Cari Blog Ini

Jumat, 09 Maret 2012

Langkawi Story

Langkawi, Pulau yang Bangkit dari Kutukan

  8 APRIL 2009 MALAYSIA 4,843 VIEWS NO COMMENTPrint This Post PRINTEmail This Post EMAIL
pulau-langkawi
Kuah – Dua abad yang lalu, alkisah seorang istri yang cantik bernama Mahsuri difitnah. Dia dihukum mati karena dituduh berselingkuh dengan seorang pengembara.
amun, darah putih yang keluar dari tubuhnya membuktikan Mahsuri tidak bersalah. Sebelum mati, Mahsuri pun menyatakan selama tujuh turunan Tanah Langkawi tidak akan makmur.
Legenda tersebut telah dipegang selama turun-temurun oleh rakyat Langkawi. Banyak di antara mereka yang merantau hingga ke Thailand agar terhindar dari kutukan. Tujuh generasi telah berlalu. Keturunan Mahsuri telah mencapai generasi kedelapan. Entah karena kutukan telah berakhir, atau karena kepedulian Perdana Menteri Mahathir Mohamad, Langkawi kini telah bangkit menjadi salah satu tujuan wisata yang paling digemari. Tidak hanya bagi wisatawan asing tetapi juga domestik Malaysia.
Meski demikian, banyak yang percaya Mahsuri masih berpengaruh di pulau itu. Beberapa penyelenggara acara perhelatan seperti pernikahan atau upacara adat kerap meminta “izin” dari Mahsuri. Ada pula yang percaya, jika seseorang disukai Mahsuri, ia akan “jatuh cinta” pada Langkawi dan ingin kembali bahkan menetap di pulau itu. Namun jika tidak, orang itu akan merasa tidak kerasan.
Makam Mahsuri menjadi salah satu tujuan wisata Langkawi. Di makam tersebut terdapat museum dan teater yang mementaskan kisah legenda Mahsuri. Ada pula foto Wan Aishah, yang diyakini merupakan generasi ketujuh Mahsuri.
Tidak hanya legenda Mahsuri, nama-nama tempat di Langkawi banyak yang terkait dengan sejarah pulau tersebut. Misalnya saja, Padang Beras Terbakar, yaitu tempat di mana beras-beras dibakar dahulu pada saat pulau itu diserang tentara Siam (Thailand sekarang). Ada pula Pulau Dayang Bunting, Air Terjun Telaga Tujuh, dan lain-lain. Kisah di balik nama-nama tempat tersebut sangat menarik.
Batik Jawa
Bagi orang Malaysia sendiri, selain keindahan alamnya, Langkawi dikenal dengan toko-toko bebas pajak alias duty free. Cokelat, minuman keras termasuk anggur (wine), rokok, dan barang-barang elektronik harganya sangat murah. Yang unik, ternyata di Kuah, Ibu Kota Langkawi, juga ditemukan toko-toko yang khusus menjual batik dari Indonesia, yang disebut Batik Jawa. Batik itu ada yang diobral dengan harga enam ringgit atau sekitar Rp 18.000 selembarnya.
Banyaknya toko yang menjual batik Jawa menunjukkan bahwa batik tersebut banyak peminatnya di Malaysia.
Kawasan yang kini tengah dipromosikan LADA (Langkawi Development Authority) adalah taman alami atau (geopark) yang pertama di Asia Tenggara. Memasuki Kilim Geopark, Anda akan merasa seolah melihat program televisi National Geographic dengan mata kepala sendiri. Wisatawan bisa juga merasakan lembutnya ikan yang melompat mengambil makanan dari tangan mereka atau menyaksikan burung-burung elang yang perkasa menyambar makanannya dari angkasa.
Yang juga tidak boleh dilupakan adalah kereta gantung dan jembatan gantung Langkawi. Jembatan gantung dalam dicapai setelah menaiki kereta gantung. Perlu nyali lebih untuk mencoba kereta gantung yang mendaki Gunung Mat Cincang (708 m). Perjalanan kereta gantung dibagi menjadi dua bagian, pertama menuju stasiun tengah berjarak 1.700 meter melewati dua menara penyangga. Dari stasiun tengah, kereta membelok membentuk huruf L menuju Stasiun Puncak sepanjang 450 meter. Dari sana perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki menuruni gunung menuju jembatan gantung.
Pemandangan hutan hujan tropis maupun birunya laut yang terhampar nun jauh di depan mata sangat indah. Untuk mencapai Langkawi tidak sulit, yakni satu jam melalui udara dari Kuala Lumpur. Bila melalui darat memakan waktu lima jam, dilanjutkan dengan 1,5 jam naik feri. Oleh-oleh lain yang kerap dibawa orang dari Langkawi adalah minyak gosok atau di Malaysia dikenal sebagai minyak gamat. Harganya cukup murah, seringgit sebotol dan ditata dalam kemasan berisi 10-an botol.
Sumber: Sinar Harapan

BB PLAZA KL

BB PLAZA / SUNGEI WANG

Address: Sungei Wang Plaza Sdn Bhd (12148-H), 7th Floor, Bangunan Yayasan Selangor, 99 Bukit Bintang, Jalan Bukit Bintang, 55100 Kuala Lumpur.
BB Plaza / Sungei Wang, Massive complex with 2 shopping malls and hundred of shops in Bukit Bintang. People tend to get lost in there.
Massive complex with 2 shopping malls and hundred of shops in Bukit Bintang. People tend to get lost in there.

The block facing Jalan Bukit Bintang is calledBukit Bintang Plaza, commonly known as BB Plaza, and the block facing Jalan Sultan Ismail and Jalan Imbi is called Sungai Wang Plaza. Even though they are 2 different malls, it will feel like one big complex and you won’t notice when you leave one and enter the next.

Links:
Sungai Wang Plaza (official website)
This mall is quite different than most other malls, it lacks the spacious walkways and places to sit. Every inch in there seems to be fully utilised for shops. There are hundreds of small shops in the complex and it's hard not to lose orientation while you are in there.However it's a good place to discover and search for good deals. If you are in KL for shopping, BB Plaza / Sungai can't be missed.

There is a huge budget food court on the roof (6th floor) with the biggest chinese buffet that i have ever seen. Malay and Indian food are also available. The food is average but inexpensive.
There is another food court at the basement of Sungai Wang and you can find scattered restaurants throughout the complex.

The post office is at the back of the 3rd floor.

The complex is directly connected to the Bukit Bintang Monorail station. There is a walkway on the first floor connecting the mall to the station.
 




Jalan Sultan Ismail side of Sungai Wang with Monorail track
 

Entrance BB Plaza (in the background: Times Square)
 

BB Plaza during Chinese New Year celebration
 

Sungai Wang Shopping Mall (in the front) and Times Square (back)




Sungai Wang Shopping Mall (in the front) and Times Square (back)



Map data ©2012 Google, MapIT - Terms of Use
Go To Large Map

Kamis, 08 Maret 2012

Info Taksi dari LCCT Airport ..

Taxi From LCCT

LCCT Internationall Arrival Hall - Taxi and Budget Vans Booth

If you need to take a taxi from LCCT, read on.
At the LCCT International Arrival hall, after leaving the baggage checks counters,
you will see the taxi and budget van booths for you to do your taxi/van booking.
 Tell the the person in charge of your destination,
he/she will then quote you the corresponding taxi fare,
and a 3-piece-coupon will be issued upon payment.
 Take the coupon, walk out of the Arrival hall,
and head toward parking bay 2 outside of the Coffee Beans shop to queue up for your taxi.
Taxi service is available 24 hours.

Food and beverage in LCCT Airport

Lapangan makanan baru, yaitu Food Garden, di LCCT dibuka pada 22 Desember 2007.

Terletak dalam jarak berjalan kaki yang nyaman, hanya 2-menit berjalan kaki dari terminal dan ada jalan tertutup untuk hari-hari cerah dan hujan. Hal ini besar, bersih, dan luas sebagai daerah adalah sebagai besar sebagai keseluruhan check-in area di terminal. Juga, itu sepenuhnya ber-AC, dan beroperasi 24-jam, sementara penerbangan kedatangan / keberangkatan informasi ditampilkan tentang Sistem Informasi Penerbangan Display (Jumlah besar).

Ada berbagai macam makanan yang mencerminkan masyarakat multiras dan multi negara bagian Malaysia. Harganya sedikit lebih tinggi dari normal di food court pusat perbelanjaan.




LCCT Food Garden
LCCT Food Garden
LCCT Food Garden
LCCT Food Garden
Here are some choices for local food:
Food Garden Food Choices• Nasi Ayam
• Nasi Goreng Balacan
• Nasi Goreng Cina
• Nasi Goreng Biasa Ayam
• Bubur Ayam
• Sup Ayam
• Nasi Kandar
• Nasi Briyani
• Briyani Bukhara
• Rojak Pasembor
• Ayam Bawang
• Ayam Kapitan Berempah
• Ayam Goreng Berempah
• Ayam Warwar
• Kambing Masak Ros
• Daging Hitam
• Udang / Sotong
• Ayam / Ikan Goreng
• Ayam / Ikan Masak Kari
• Ikan Sambal
• Kari Daging
• Nasi Goreng Kampung
Food Garden Food Choices• Nasi Goreng LCCT
• Sambal Udang
• Nasi Lemak Sotong
• Nasi Lemak Ayam
• Penang Char Kuey Teow
• Noodle Ladna Tomyam
• Prawn Hokkien Noodle Soup
• Fried Noodle Malay Style
• Seafood Noodle Nyonya Soup
• Laksa Sarawak
• Sizzling Yee Mee
• Laksa Penang
• Hakka Hot Pan Noodle
• Mee bandung Muar
• Teh Tarik
• Mineral Water
• Other Beverages
• Dessert

Inside the LCCT terminal, there are some other dining choices.
 Asian Kitchen Asian Kitchen
 The Coffee Bean McDonald's